Selasa, 02 April 2013

Arti Dari Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang diinginkan oleh setiap orang di dunia ini. Siapa sih orang nya yang tidak mau bahagia? Namun cara untuk menuju hidup yang bahagia tidaklah mudah dan tidak pula sulit. Bagaimana sih cara agar hidup ini selalu diliputi rasa bahagia atau bagaimana sih cara mendapatkan kebahagiaan hidup?

Definisi kebahagiaan setiap orang pasti berbeda-beda namun pada dasarnya adalah sama hanya saja bentuknya berbeda-beda. Seseeorang mungkin menganggap bahwa kebahagiaan adalah ketika bekerja di sebuah perusahaan besar dan mendapatkan gaji yang sangat tinggi. Namun bagi seorang pemimpin perusahaan hal ini tidaklah berarti apa-apa. Menurutnya, kebahagiaan itu adalah ketika mempunyai puluhan perusahaan dan aset yang nilainya berjuta-juta dolar. Beda lagi dengan definisi kebahagiaan seorang pemulung yang tinggal di bawah jembatan-jembatan. Mungkin bagi mereka hidup layak dengan memiliki rumah, makanan sehat, dan pakaian saja sudah cukup. Jadi kebahagiaan itu sifatnya relatif, Right??

Banyak sekali orang yang menganggap bahwa harta bisa menjadikan seseorang itu bahagia. Apakah itu benar? Jawabannya akan sangat tergantung pada niat seseorang dalam mendapatkan harta atau kekayaan tersebut. Harta bisa membuat hidup bahagia bahkan sangat bahagia sebaliknya harta juga bisa menjadikan orang sengsara bahkan sangat rakus.

Kalau kata mas Ippho Santosa, "Dengan harta yang banyak maka terbuka pula kesempatan untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat ini. Dengan harta yang banyak bisa bersedekah lebih banyak, membantu orang lain, membangun sarana umat, modal untuk berdakwah (menuntut ilmu), dan lain-lain. Berbeda dengan kita hidup miskin. Mau berbuat apa untuk agama kita?" Sampai sekarang kata-kata itu masih terngiang-ngiang di kepala saya dan sangat menginspirasi bahwa dalam dunia ini hidup kaya itu wajib karena Nabi Muhammad dan para pejuang pahlawan Islam itu juga kaya raya. Sebut saja Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, sampai para wali sekali pun. Mereka itu adalah orang yang kaya raya hanya saja mereka tidak di perbudak oleh harta. Alih-alih terpedaya oleh harta mereka malah memanfaatkan hartanya untuk kepentingan umat. Jadi kesimpulannya, kaya itu bisa membuat hidup bahagia jika dimanfaatkan dengan benar pula.

Namun pandangan kebanyakan orang yang harus diluruskan adalah bahwa harta bukan salah satu tujuan untuk memperoleh kebahagiaan hidup tetapi adalah sebuah cara untuk mendapatkan kebahagiaan hidup baik dunia maupun akhirat. Ketika harta itu dijadikan sebagai tujuan hidup alhasil hidupnya tidak akan bahagia. Saya jamin!. Harta itu berapapa pun jumlahnya pasti akan terasa kurang dan pasti ingin lebih dari yang sudah ada. Coba saja tanya kepada para karyawan yang berpenghasilan 2 jt pasti ingin yang lebih dari itu atau coba lah tanya kepada para pengusaha. Jawabannya adalah pasti mereka ingin mendapat lebih banyak dari yang mereka dapatkan. Betull??

Sebenernya apa sih yang kurang?
Yang kurang itu adalah rasa syukur kita. Ketika kita hidup dengan rasa syukur maka betapa pun harta yang kita miliki maka akan terasa cukup mengingat banyak sekali orang yang lebih perih hidupnya daripada kehidupan kita. Jelas bahwa syukur itu bisa menjadikan hiduap bahagia, right??

Dalam salah satu hadis Nabi pernah bersabda, "Orang yang beruntung adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain". Cobalah rasakan ketika membantu orang lain dan orang tersebut memberikan rasa terima kasih di sertai rasa bahagia dari sesuatu yang kita berikan maka akan timbul sebuah energi yang memberi ketenangan hidup ini. Istilah kata orang kita nya "hati terasa plongg" ketika kita membantu orang lain. Jadi, jika ingin bahagia, BAHAGIAKAN orang lain, rightt??

Akhir kata, marilah kita hidup dengan rasa syukur serta berhusnudhan kepada Allah atas apa yang diberikan kepada kita. Bermanfaatlah untuk orang lain. Ingat!! Jika mau bahagia, bahagiakan orang lain. Siap untuk hidup bahagia?? Ayo lakukanlah! ;-)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar